Bagaimana Cara Memulai Bisnis StartUp?

Bagaimana Cara Memulai Bisnis StartUp?

Dunia Start Up saat ini mulai menjadi pertimbangan para entrepreneur. Selain bisnis ini menguntungkan, juga mengurangi pengangguran. Melihat perkembangan bisnis start up saat ini, banyak dari berbagai kalangan ingin tahu dan belajar mengenai bisnis ini.

Di Indonesia perkembangan dunia internet yang semakin membuat bisnis start up semakin banyak bermunculan. Contoh start up lokal yang kini sukses yaitu Bukalapak, Gojek dan Tiket.com.

Keberhasilan bisnis start up ini tentunya dipengaruhi oleh inovasi dan  kreativitasnya. Namun, ada beberapa hal yang harus kita pahami jika ingin memulai bisnis start up dari berbagai referensi yaitu:

  1. Mulai dari ide sederhana, jangan mengikuti tren

Kebanyakan dari kita dalam kehidupan sehari-hari selalu mengikuti tren yang sedang booming, tetapi untuk membangun bisnis startup, disarankan jangan mengikuti tren, apalagi mengikuti tren dari negara lain. Mulailah dari ide sederhana yang kreatif, menarik dan unik.  Ide yang dikembangkan dengan baik akan menghasilkan hal yang baik pula. Jika dilakukan dengan konsisten dan kerja keras.

2. Tentukan tujuan yang jelas

Bisnis tentunya harus mempunyai tujuan. Maka dari itu, pastikan arah serta tujuan startup yang ingin dibangun dengan baik dan menjalankan tujuan sesuai dengan apa yang telah ditargetkan.

3. Tentukan dan analisis target pasar

Sebelum melanjutkan bisnis, identifikasi target pasar yang akan ditargetkan untuk menjual produk. Hal itu bertujuan untuk mengetahui kondisi masyarakat, khususnya sosial ekonomi. Apakah mereka bersedia atau tidak untuk mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli produk yang dijual.
 

4. Memiliki tim yang kuat dan positif

Sesuatu yang ada di dunia dengan kapasitas besar, butuh orang lain untuk melakukannya dan nggak bisa dilakukan sendirian. Agar tujuan bisnis tercapai dengan maksimal, tidak ada salahnya mengajak orang yang bersedia dan kita percayai untuk bergabung. Disarankan orang yang terlibat ke dalamnya (startup yang sedang dibangun) juga harus memiliki visi yang sama, sehingga tujuan yang diimpikan tercapai.

5. Merekrut Co Founders

Dalam menjalankan sebuah startup, bukan ditentukan seberapa baik anda bisa bekerja atau mengatasi permasalahan sendiri. Meski banyak startup yang bisa sukses hanya dengan satu orang founder saja, namun juga tidak sedikit startup yang tidak mengalami perkembangan jika hanya dilakukan sendiri. Selain itu, rasa lelah luar biasa juga akan dirasakan di tengah perjalanan bisnis startup yang sedang dibangun tersebut.

Sebagai contoh, jika anda seorang technical atau programmer, maka anda butuh seseorang non technical yang bisa lebih mempertajam ide sekaligus menghasilkan produk yang baik dengan kualitas tinggi. Dalam memilih seorang co founders memang tidak boleh dilakukan sembarangan.
 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih co founders tersebut yakni:

•    Mempunyai visi yang sama sehingga anda sudah mengetahui dengan persis kemana arah dari bisnis startup tersebut. Anda juga harus memiliki gambaran tentang bisnis ini sehingga bisa mencari orang yang memiliki visi sama dengan anda.

•    Chemistry: Kecocokan chemistry tidak harus dalam bentuk hobi, berpakaian dan sebagainya. Namun yang dimaksud dengan chemistry disini adalah dalam bentuk saling mengisi kelemahan masing masing sekaligus mendorong pertumbuhan di daerah yang dikuasai tersebut.

•    Hitam diatas putih: Ini menjadi sangat penting, semua hal haruslah dibicarakan untuk mencegah berbagai kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi di masa mendatang seperti penyebab konflik usaha. Meskipun hal tersebut kurang enak untuk dibicarakan, namun sangat penting dilakukan sejak awal agar tidak mengalami kehancuran di tengah perjalanan bisnis startup anda.

6. Jangan setengah-setengah, harus fokus!

Dalam bisnis nggak boleh melakukannya setengah-setengah. Berarti, harus benar-benar sungguh-sungguh terlibat dalam mengembangkan bisnis startup secara konsisten. Dalam prosesnya pasti akan menemukan rintangan. Jadi, ketekunan dan konsistensi akan membantu menghadapi rintangan-rintangan yang ada dan startup akan bergerak maju. Bekerja dengan setengah-setengah tidak akan memberikan hasil yang diinginkan.

 

7. Funding


Hal yang tidak kalah pentingnya untuk memulai bisnis startup adalah funding. Funding menjadi bagian penting dalam sebuah bisnis startup. Selain ada bisnis startup yang memang dilakukan dengan pendanaan sendiri dan berhasil, namun ada juga startup yang dalam perencanaan dan eksekusi memerlukan waktu lebih lama agar bisa mencapai Break Even Point [BEP]. Agar bisa mendapatkan funding tersebut, maka anda harus memiliki pitch deck atau investment proposal yang bisa diperlihatkan pada relasi, venture capital, keluarga atau beberapa pihak lainnya.

Jadi, selain memiliki keingintahuan mengenai dunia start up, sebaiknya kita juga mempelajari dan selalu mengasah kemampuan juga kreativitas. Karena jika suatu ide tidak kita kembangkan, ide tersebut akan menjadi beban pikiran yang tak kunjung ada penyelesaiannya.

Sumber :

https://dosenekonomi.com/bisnis/tips-bisnis/cara-memulai-bisnis-startup

https://infopeluangusaha.org/pengertian-startup-dan-contoh-bisnisnya-di-indonesia/