Cara Pintar Memulai Ternak Burung Murai Batu Medan

Cara Pintar Memulai Ternak Burung Murai Batu Medan

Burung Kucica Hutan (Copsychus Malabaricus), juga dikenal sebagai Murai Batu merupakan burung pengicau yang keadaanya terancam akibat perburuan. Termasuk ke dalam famili Muscicapidae atau burung cacing. Tersebar di seluruh pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa. Beberapa pakar menganggap ras dari Kalimantan Utara Kucica Alis-putih (Copsychus malabaricus stricklandii) sebagai spesies tersendiri.

Di habitat aslinya Burung Murai Batu cenderung memilih hutan alam yang rapat atau hutan sekunder. Murai batu merupakan kelompok burung yang dikenal sebagai teritorial dan sangat kuat dalam mempertahankan wilayahnya (Thruses). Burung murai batu memiliki suara kicauan yang bagus sehingga mendapat penghargaan terbaik atas nyanyiannya yang sangat indah pada tahun 1947 (The Best Song Birds – Delacour, 1947). Burung murai batu merupakan kelompok burung yang di gemari di kalangan para pecinta kicauan karena memiliki suara atau spesifikasi kicauan yang sangat baik. Murai Batu Medan juga memiliki bentuk yang menawan, karena memiliki ekor yang panjang.

Doavers sudah mencoba melakukan budidaya burung Murai Baru Medan di daerah Bintaro, Tangerang Selatan. Saat ini kami juga menjual Burung Murai Batu dengan kualitas super dan trotolan atau anakan burung Murai Batu Medan. Kami tidak menerima pengiriman diluar daerah Jakarta dan Banten. Silakan datang langsung ke Breeding Farm kami di daerah Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Silakan kontak kami melalui WA atau Telpon ke nomor +62 878 8384 6677 atau +62 21 731 7556

Apa saja yang dibutuhkan untuk memulai ternak Burung Murai Batu?

  • Pembuatan Kandang
    • Dari segi lokasi. Untuk menagkar burung Murai Batu, kita perlu menyiapkan tempat atau kandang yang nyaman, kandang yang nyaman sebaiknya dalam kondisi tenang namun teduh dan tidak berisik. Karena murai batu tidak suka tempat yang bising. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan periksa juga keamanan lokasi kandang, karena semua tau burung murai batu harganya mahal. Selain itu juga perhatikan tetangga apakah menyetujui atau tidak, terlebih jika tinggal diperkotaan. Agar lebih bagusnya minta izin kepada tetangga, atau siapkan tempat yang jauh dari pemukiman. Setelah lokasi kandang siap maka kita perlu menyiapkan juga design kandang ternak murai batu.
    • Design fisik kandang dengan ukuran minimal 150 x 70 x 70 (panjang x lebar x tinggi dalam Centi Meter). Lebih besar lebih baik. Ukuran bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Ada juga yang seukuran kamar dibagi 2. Yang penting burung bisa terbang bebas. Pastikan juga ada cahaya matahari masuk, kira-kira 1/4 kandang. Baiknya kandang dibuat dengan material batu bata atau jika dengan material lain seperti kawat, kandang harus ditutupi kain, agar angin kencang tidak mengganggu dan suhu kandang lebih konsisten.
    • Interior Kandang, harus dilengkapi dengan sangkar yang cukup luas untuk burung murai. Alas kandang harus mudah dibersihkan, atau gunakan material pasir, koran, dll. Sediakan juga wadah pakan kering, wadah pakan basah (kroto / jangkrik), tempat minum, dan tempat mandi burung. Tambahkan juga lampu untuk menghangatkan kandang sewaktu malam.
  • Pemilihan Indukan
    • Setelah kandang siap selanjutnya yaitu kita siapkan indukan murai batunya. Pilihlah jenis Murai Batu sesuaikan dengan selera anda, apakah jenis Murai Batu Aceh, Murai Batu Nias, Murai Batu Jambi, Murai Batu Medan, Murai Batu Lampung, Murai Batu Kalimantan, Murai Batu putih maupun black-tailed (ekor hitam). Semua jenis ini perlakuannya sama.
    • Indukan jantan berusia 2 tahun, sedangkan untuk berusia 1 tahun.
    • Burung sehat dan lincah, tidak liar sehingga tidak melukai atau mematikan pasangannya. Pastikan juga tidak cacat dan memiliki suara yang keras untuk indukan jantan.
  • Perawatan
    • Luangkan waktu untuk memandikan burung dengan semprotan burung, kemudian dijemur sekitar 1 jam. Lakukan paling tidak seminggu sekali.
    • Cuci dan ganti wadah makanan, minuman serta wadah mandi burung secara berkala. Bersihkan sangkar yang kerkena kotoran burung. Lakukan paling tidak sebulan sekali.
  • Pakan
    • Lakukan pemberian Voer dan Jangkrik tiap hari.
    • Lakukan pemberian Kroto / Telur Semur atau Ulat Hongkong paling tidak seminggu sekali.
    • Tambahkan makanan extra vitamin atau suplemen lainnya.
  • Pengembangbiakan
    • Banyak breeder (peternak) yang mengalami kesulitan saat mengembangbiakan Murai Batu karena beberapa pasangan sering kali saling membunuh. Untuk mengatasi masalah tersebut, dianjurkan untuk menggunakan sangkar yang berbeda namun saling di dekatkan. Lakukan minimal selama seminggu, jika sudah terlihat jodoh baru bisa digabungkan.
    • Selalu pantau burung yang telah dimasukan, agar menghindari kerugian dari matinya burung indukan.
  • Perawatan Anakan
    • Anak burung yang berusia 7 Hingga 14 Hari bisa diberi makan dengan campuran voer dan kroto yang diencerkan. Pemberian makan bisa dilakukan 1 jam sekali.
    • Lakukan pemberian gelang untuk menandakan hasil peternakan.
    • Setelah berusia 15 hari, biasanya mereka sudah mulai bisa makan kroto sendiri.