Gambaran Lockdown Negara Terjangkit Virus Corona

Gambaran Lockdown Negara Terjangkit Virus Corona

Status perkembangan virus Corona menyebabkan sejumlah Negara menerapkan sistem kebijakan Lockdown. Istilah Lockdown jadi sering digunakan di berbagai media. Di Indonesia, masyarakat juga mendesak Pemerintah untuk melakukan kebijakan lockdown sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona. 

Apa sebenarnya makna dari istilah Lockdown itu? Seberapa penting sistem ini sehingga menjadi pilihan kebijakan bagi sejumlah Negara. Berikut merupakan gambaran lockdown karena virus corona.

Lockdown secara harfiah artinya ‘dikunci’. Jika istilah ini digunakan pada masa pandemi penyakit seperti sekarang, lockdown bisa diartikan penutupan akses masuk maupun keluar dari suatu daerah yang terdampak. 

Tiongkok sudah mengeluarkan kebijakan lockdown untuk kota Wuhan sejak episentrum pertama kasus itu menunjukkan lonjakan kasus secara signifikan. Saat ini, beberapa negara pun sudah memberlakukan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona lebih jauh lagi. 

https://i.ytimg.com/vi/XU9FVqwO4TM/maxresdefault.jpg

Akankah Indonesia mengikutinya? 

Negara-negara yang sudah melakukan lockdown disaat Tiongkok perlahan-lahan sudah mulai bangkit dan kembali ke kesehariannya, beberapa negara di Eropa dan Asia Tenggara justru sedang berjibaku melawan penyebaran virus corona. Pergerakan virus ini secepat kilat. Membuat banyak negara kewalahan untuk merawat begitu banyak orang yang sakit secara bersamaan.

Di Italia, misalnya. Hanya dalam dua minggu angka positif pasien bisa melonjak begitu drastis. Pada tanggal 22 Februari 2020, menurut grafik yang diterbitkan lembaga kesehatan dunia World Health Organization (WHO), negara itu “hanya” memiliki 11 kasus positif. Lalu dua minggu kemudian, yaitu tanggal 6 Maret 2020, angkanya melonjak menjadi 3.900-an kasus. Terbaru, hingga 18 Maret 2020 atau dua minggu setelahnya, angka pasien positif COVID-19 di Italia sudah mencapai angka 35.713 orang.

Hal ini membuat pemerintah negara itu memberlakukan lockdown secara nasional untuk menahan laju penyebaran virus.  Selain Italia, berikut ini beberapa negara yang saat ini sedang memberlakukan lockdown akibat pandemi COVID-19. Spanyol (jumlah kasus positif per 18 Maret 2020: 13.716). Malaysia (jumlah kasus positif per 18 Maret 2020: 673). Perancis (jumlah kasus positif per 18 Maret 2020: 7.652). Denmark (jumlah kasus positif per 18 Maret 2020: 1.044). Irlandia (jumlah kasus positif per 18 Maret 2020: 292). Belanda (jumlah kasus positif per 18 Maret 2020: 2.051). Belgia (jumlah kasus positif per 18 Maret 2020: 1.468) 

Melihat pembelajaran dari Tiongkok, sistem Lockdown dinilai mampu untuk menahan penyebaran virus corona. Lockdown sebenarnya merupakan perluasan dari Social Distancing dalam skala yang jauh lebih besar dan dampak yang jauh lebih luas. 

Pertanyaannya, apakah ini merupakan satu-satunya cara pencegahan penyebaran corona?

Jawabannya: ‘belum tentu

Salah satunya seperti Negara Korea Selatan, sejauh ini mereka tidak melakukan lockdown namun tetap mampu menahan laju persebaran dan tingkat kematian yang rendah. Tentunya Negara-negara yang tidak melakukan lockdown memiliki cara pencegahan tersendiri. Korea Selatan menjadi Negara dengan jumlah pemeriksaan COVID-19 paling banyak per kapita di dunia. Negara ini sudah melakukan tes virus Corona pada lebih kurang 290.000 orang warganya. Sebab, banyak kasus bisa diketahui sejak dini melalui langkah ini. Sehingga, pasien positif tersebut tidak sempat menyebarkannya ke orang lain. Dari data yang dilansir Reuters, jumlah pasien baru positif corona di Korea Selatan per 18 Maret 2020 turun drastis menjadi 93 orang per hari, setelah dua minggu sebelumnya menyentuh angka 909 infeksi baru per hari.

Jadi, manakah langkah yang paling efektif, itu semua tergantung dari keseriusan langkah pencegahan itu sendiri, apapun metodenya. Dampak lockdown untuk penduduk dari sisi kesehatan Lockdown ampuh menahan laju persebaran virus. Sebab dengan lockdown, masyarakat mau tidak mau harus berdiam diri di rumah. Toko-toko tutup, kantor, sekolah, hingga pusat ibadah pun sama. Kebijakan ini membuat virus tidak bisa dengan mudah menempel dari satu orang ke orang lainnya. Namun di balik kebijakan tersebut, juga muncul berbagai masalah baru, mulai dari sisi ekonomi hingga kesehatan.

 

Baca lebih lengkap melalui:

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/20/153202820/lockdown-karena-virus-corona-sebenarnya-seperti-apa?page=all