Perbandingan Metode Agile Vs Scrum

Perbandingan Metode Agile Vs Scrum

Metodologi pengembangan perangkat lunak adalah sebuah metodologi yang digunakan untuk membuat struktur, rencana, dan kontrol pengerjaan suatu proyek. Kali ini kami akan membahas dua metode pengembangan software yaitu mengenai metode Agile dan Scrum. Berikut ulasannya :

Metode Agile adalah sekumpulan metode sebuah pengembangan perangkat lunak (software) atas dasar prinsip yang sama atau pengembangan sistem jangka pendek. Sehingga metode agile memerlukan adaptasi yang cepat dari pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun. Pengertian metode agile adalah salah satu metode yang sangat mudah beradaptasi dalam bentuk apapun. Metode agile adalah metode yang mengutamakan kelincahan tim sehingga metode ini sangat cepat dalam pengembangannya. Selain itu, pengertian metode agile dapat mengatasi perubahan secara singkat dan dapat diperbaiki dengan cepat. Metode agile memiliki pengertian bersifat ringan, bebas bergerak cepat, dan waspada.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Generic_diagram_of_an_agile_methodology_for_software_development.png

Ada beberapa langkah dalam Agile Development Methods, yaitu :

  • Perencanaan, pada langkah ini pengembang dan klien membuat rencana tentang kebutuhan dari perangkat lunak yang akan dibuat.

  • Implementasi, bagian dari proses dimana programmer melakukan pengkodean perangkat lunak.

  • Tes perangkat lunak, disini perangkat lunak yang telah dibuat di tes oleh bagian kontrol kualitas agar bug yang ditemukan bisa segera diperbaiki dan kualitas perangkat lunak terjaga.

  • Dokumentasi, setelah dilakukan tes perangkat lunak langkah selanjutnya yaitu proses dokumentasi perangkat lunak untuk mempermudah proses maintenance kedepannya.

  • Deployment, yaitu proses yang dilakukan oleh penjamin kualitas untuk menguji kualitas sistem. Setelah sistem memenuhi syarat maka perangkat lunak siap di deployment.

  • Pemeliharaan, langkah terakhir yaitu pemeliharaan. Tidak ada perangkat lunak yang 100% bebas dari bug, oleh karena itu sangatlah penting agar perangkat lunak dipelihara secara berkala

 

Metode Scrum merupakan framework untuk manajemen pengembangan software dengan karakteristik cekatan dan bersifat iteratif dan incremental. Scrum mendefinisikan dirinya fleksibel, strategi pengembangan yang menyeluruh dimana seluruh tim bekerja sebagai satu unit dalam mencapai sebuah gol yang sama.

Proses penting dalam Scrum antara lain:

  1. Backlog refinement

Product Backlog Refinement adalah tindakan menambahkan detail, perkiraan, dan memesan item di Product Backlog. Penyempurnaan Product Backlog yang sedang berlangsung diperlukan dalam setiap Sprint untuk mempersempit item agar siap untuk Sprint mendatang. Ketika item backlog disempurnakan ke tingkat granularity yang sesuai, item Product Backlog di bagian atas Product Backlog (prioritas tertinggi, nilai terbesar) didekomposisi sehingga mereka cocok dalam satu Sprint seperti yang ditunjukkan pada Gambar di bawah ini.

Product backlog structure

  1. Sprint planning

Sprint Planning seringkali perlu dipersiapkan untuk memastikan bahwa Product Backlog telah disempurnakan ke tingkat rincian yang sesuai, dengan perkiraan dan kriteria penerimaan (ini adalah tujuan dari Product Backlog Refinement). Jika Item Backlog Produk telah dianalisis dan dipikirkan selama proses penyempurnaan backlog produk, dalam rapat Perencanaan Sprint, item Product Backlog prioritas utama dapat dipahami dengan baik dan mudah dipilih.

  1. Daily Scrum

Tim pengembang menggunakan daily scrum untuk meninjau perkembangan menuju sprint goal. Daily scrum mengoptimasi kemungkinan pengembang untuk mencapai sprint goal. Tiap hari, tim pengembang harus memahami bagaimana cara mereka dapat bekerja sama sebagai tim yang mengatur dirinya sendiri untuk mencapai sprint Goal.

  1. Sprint review meeting

Selama Sprint Review, Tim dan stakeholder Scrum berkolaborasi tentang apa yang dilakukan pada perencanaan Sprint. Berdasarkan itu dan setiap perubahan Product Backlog selama Sprint, peserta berkolaborasi pada hal-hal berikutnya yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan nilai. Sprint review meeting merupakan pertemuan informal, yang dimaksudkan untuk memperoleh feedback dan melakukan kolaborasi antar tim.

  1. Sprint retrospective meeting

Sprint Retrospective terjadi setelah Sprint Review dan sebelum Sprint Planning berikutnya. Scrum Master memastikan bahwa acara berlangsung dan tim memahami tujuannya. Ini adalah kesempatan bagi Tim Scrum untuk berkembang dan semua anggota harus hadir.

Selama Sprint Retrospective, tim membahas:

  1. Apa yang berjalan baik di Sprint ?

  2. Apa yang bisa diperbaiki ?

  3. Apa yang akan kita komit untuk ditingkatkan di Sprint berikutnya ?

Demikianlah ulasan mengenai metode agile vs scrum dari beberapa sumber. Untuk penjelasan lebih lengkap dapat kunjungi sumber yang sudah tertulis.

 

Sumber :

https://fathiafrazna.wordpress.com/2018/03/26/agile-scrum-dan-kanban/

https://pelajarindo.com/pengertian-metode-agile/

https://www.proweb.co.id/articles/erp/pengertian_scrum.html

https://sis.binus.ac.id/2017/05/08/agile-development-methods/

https://www.visual-paradigm.com/scrum/what-is-product-backlog-refinement/

https://www.scrum.org/resources/what-is-a-sprint-review

https://www.scrum.org/resources/what-is-a-sprint-retrospective