Pro-Kontra Balita dan Gadget

Pro-Kontra Balita dan Gadget

Gadget merupakan hal yang tidak dipisahkan pada masa kini. Rata-rata semua aktivitas berkaitan dengan gadget dan teknologi. Alhasil, gadget mempengaruhi pemakainya agar tidak bisa lepas darinya. Hal ini pun terjadi hampir pada semua pengguna gadget.

Gadget every where, istilah yang mungkin tepat diungkapkan bagi para pecandu gadget. Bagi kalangan dewasa gadget mungkin dapat digunakan sebatasnya, tapi berbeda lagi dampaknya jika gadget ini digunakan oleh para balita dan anak usia dini. Pengelompokkan anak usia dini itu berkisar 3-6 tahun. Biasanya anak usia ini memiliki keingintahuan yang tinggi serta aktif. Jika melihat sesuatu yang baru, rasa penasarannya pun tumbuh seperti pada halnya mereka melihat keseruan gadget.

Positifnya, gadget dapat membantu perkembangan otak anak tentang berbagai hal seperti warna dan suara. Sehingga dapat membantu orang tua dalam mengasah kemampuan anaknya dengan cepat.

Negatifnya, timbul disaat gadget ini menyebabkan kecanduan pada anak. Anak  menjadi fokus kepada gadget dan mengabaikan dunia luar seperti bermain dan berteman. Lebih bahaya nya lagi sinar biru pada gadget dapat berbahaya bagi kesehatan mata anak.

Ditinjau dari sisi neurofisiologis, otak anak berusia di bawah 5 tahun masih dalam taraf perkembangan. Perkembangan otak anak akan lebih optimal jika anak diberi rangsangan sensorik secara langsung. Misalnya, meraba benda, mendengar suara, berinteraksi dengan orang, dan sebagainya. Jika anak usia di bawah 5 tahun menggunakan gadget  secara berkelanjutan, apalagi tidak didampingi orangtua, akibatnya anak hanya fokus ke gadget dan kurang berinteraksi dengan dunia luar.

Yang berikutnya, otak bagian depan adalah bagian yang berfungsi memberi perintah dan menggerakkan anggota tubuh lainnya. Di bagian otak belakang, ada yang namanya penggerak. Di bagian ini, terdapat hormon endorfin yang mengatur pusat kesenangan dan kenyamanan. Pada saat bermain gadget, anak akan merasakan kesenangan, sehingga memicu meningkatnya hormon endorfin. kecanduan berhubungan dengan ini jika dilakukan dalam jangka waktu lama dan berkelanjutan. Akibatnya, kedepannya, anak akan mencari kesenangan dengan jalan bermain gadget, karena memang sudah terpola sejak awal perkembangannya.

Jadi, pro kontra penggunaan gadget pada balita tergantung pada pengawasan orang tua anak. Alangkah baiknya anak dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Peran orang tua sangat penting pada tumbuh kembang anaknya. Sebaiknya orang tua pandai mengatur antara gadget dan permainan lainnya agar anak tidak bergantungan dengan keasyikan gadget. Saat ini banyak permainan yang dapat mengembangkan kreativitas anak seperti pasir kinetik, lego, bernyanyi, tebak gambar bahkan outbond keluarga.

Sumber : http://www.bintangmandirischool.sch.id/en/bulletin/pengaruh-gadget-terhadap-perkembangan-anak-usia-dini