Semakin Berkurangnya Populasi Produktif, Jepang Menuju Era Super-Smart Society 5.0

Semakin Berkurangnya Populasi Produktif, Jepang Menuju Era Super-Smart Society 5.0

Baru-baru saja beberapa negara disibukkan untuk menyukseskan era Industri 4.0 dengan berbagai rencana salah satunya Indonesia. Indonesia termasuk negara yang masih sibuk mempersiapkan bagaimana menghadapi gerakan industri 4.0 beserta segala hal yang mendukung untuk berhasil menghadapinya. Pada saat ini pula, Jepang sudah beranjak pada revolusi baru. Ya, Jepang saat ini sudah melaju ke era Society 5.0

Langkah Jepang yang sudah menuju ke arah Masyarakat (Society) 5.0 ini tersurat dalam pidato Perdana Menteri Jepang, Sinzo Abe, di pertemuan tahunan World Economic Forum di Davos, Swiss yang dihelat pada pekan ketiga Januari 2019 kemarin. Sinzo Abe menyampaikan visinya mengenai Society 5.0, yaitu tentang masyarakat yang didukung dengan data tanpa batas dan tata kelola data di seluruh dunia untuk meningkatkan pertumbuhan di masa depan. Dalam Society 5.0, fokus utama bukan lagi modal, melainkan data yang saling terhubung dan menggerakkan segala sesuatunya untuk membantu mengurangi kesenjangan antara yang kaya dan yang kurang beruntung.

Sebenarnya, Jepang sudah terlihat melangkah ke era baru ketika Shinzo Abe memperkenalkan dan mempromosikan "super-smart society" di pameran teknologi CeBIT 2017. Jepang sendiri mulai gencar menyerukan era Society 5.0 karena keadaan masyarakatnya yang memerlukan bantuan teknologi informasi untuk tetap bisa produktif dan memenuhi kebutuhannya dengan mudah. Populasi penduduk Jepang yang terus menurun membuat pemerintah Jepang harus segera melakukan tindakan.

Jumlah penduduk usia produktif yang kini berada di angka 77 juta jiwa diperkirakan akan berkurang sebesar 70 persen menjadi 53 juta pada 2050.

Sementara itu, menurut Japan Times, populasi di atas usia 65 tahun sebanyak 27,3 persen dari total penduduk Jepang pada 2013. Persentase ini akan meningkat hingga sebesar 38,4 persen pada 2065. Selain itu, banyak infrastruktur dasar juga dibangun sebagai bagian dari pembangunan skala besar selama periode pertumbuhan ekonomi dari tahun 1950-1970. Kini setelah 50 tahun berlalu, mayoritas dari infrastruktur tersebut dalam kondisi yang buruk. Tantangan ini merupakan hal yang akan dihadapi banyak negara di kemudian hari.

Dari perspektif ini, Jepang merupakan negara canggih yang menghadapi tantangan canggih pula.

Secara sederhana, Society 5.0 dapat diartikan sebagai suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based). 

Aplikasi yang akan diterapkan oleh pemerintah Negeri Sakura dengan permasalahan yang dihadapi itu berdasarkan konsep peradaban baru ini diantaranya sebagai berikut :

Masalah

  • Jepang menghadapi masalah tingginya generasi tua yang mana pengeluaran untuk biaya pengobatan serta pelayanan nya semakin meningkat

  • Kemajuan Jepang membuat minimnya ketersediaan tenaga buruh ahli dan tingginya biaya perawatan infrastruktur

Solusi

  • Menggunakan data medical records untuk membantu mempercepat penanganan kesehatan

  • Membuat sistem remot untuk pelayanan kesehatan

  • Menggunakan AI dan robot sebagai perawat

  • Sensor, AI, dan robot akan digunakan untuk membantu pemeliharaan jalan, terowongan, jembatan dan infrastruktur lainnya

Semoga dengan segala usaha Pemerintah Jepang untuk mengatasi permasalahan di Negaranya dapat membuahkan hasil dan menjadi contoh bagi negara lainnya.
 

Sumber :

https://www.kompasiana.com/idmetafora/5cbd6d5095760e260908b3f3/visi-jepang-menuju-era-baru-society-5-0

https://properti.kompas.com/read/2019/01/28/115422021/society-50-solusi-jepang-atasi-defisit-penduduk-dan-infrastruktur

https://karinov.co.id/revolusi-industri-5-jepang/