Waspadai Bahaya FaceApp #Agechallenge

Waspadai Bahaya FaceApp #Agechallenge

Sumber : Suar.Id - Grid.ID

Viralnya #Agechallenge yang beredar hampir seluruh negeri menggunakan FaceApp awalnya menjadi kesenangan tersendiri bagi penggunanya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya antusias masyarakat semua kalangan. Tidak hanya antusias, mereka bahkan memposting hasil foto tersebut pada berbagai media sosial dan tentunya dengan beraneka ragam caption.  

Namun akhir-akhir ini timbul beberapa isu dan menyebabkan kekhawatiran pada pengguna aplikasi ini. Dilansir melalui kompas.com,  bahkan pemerintah AS was-was soal privasi data pengguna yang bersangkutan. Senator AS, Chuck Schumer pun meminta Biro Investigasi Federal (FBI) dan Komisi Perdagangan AS (FTC) untuk menyelidiki aplikasi tersebut.

CEO FaceApp, Yaroslav Goncharov sendiri telah menepis tudingan tersebut. Ia mengatakan bahwa FaceApp tidak melakukan tindakan jahat apapun pada foto milik pengguna yang telah diunggah.

"Kami hanya mengunggah foto yang telah dipilih untuk kemudian diedit. Anda dapat memeriksanya dengan menggunakan pencari yang tersedia di internet," ungkapnya.

Mendengar pernyataan tersebut, media asal Amerika Serikat, Buzzfeed pun melakukan penelitian. Penelitian tersebut dilakukan untuk melihat apakah ada aktivitas mencurigakan dari FaceApp pada saat digunakan dan setelah digunakan. 

Dikutip dari halaman Buzzfeed, Selasa (23/7/2019), mereka kemudian menjalankan aplikasi tersebut di sejumlah perangkat berbeda. Buzzfeed menggunakan ponsel Android dan iOS. Selain sistem operasi yang berbeda, Buzzfeed juga melakukan pengujian dengan dua izin aplikasi FaceApp yang berbeda. Satu diberikan izin untuk mengakses foto pengguna, satu lainnya tidak diizinkan.

Setelah itu Buzzfeed mengunggah sebanyak empat gambar lewat aplikasi tersebut. Hasilnya, tidak ada aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh aplikasi ini.

Secara teori, jika FaceApp mencuri foto atau data lain tanpa sepengetahuan pengguna, maka aplikasi ini akan menghabiskan banyak data ketika aktif pada "background".  Tapi dari penelitian tersebut, meski FaceApp tetap aktif walau tidak digunakan, lalu lintas data secara keseluruhan yang terlihat pada ponsel hanya sekitar 43 MB dalam waktu satu jam. Jumlah data yang dikeluarkan ini terbilang wajar, karena bukan hanya aplikasi FaceApp yang bekerja pada background, ada pula Gmail, Twitter, Facebook, dll. 

Dua peneliti lainnya juga menyatakan hal serupa. Jumlah lalu lintas data yang dihasilkan tidak menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan. 

Will Strafach, seorang peneliti sekaligus CEO dari Guardian Firewall juga mengatakan bahwa telah melakukan pengujian pada aplikasi FaceApp. Ia pun menilai sah-sah saja jika para pengguna menaruh kecurigaan dan waspada pada aplikasi ini.

Senada dengan Will, peneliti keamanan asal Prancis, Baptiste Robert juga mengatakan bahwa pengguna boleh curiga tetapi jangan menuduh tanpa bukti.


CEO FaceApp Yaroslav Goncharov pernah mengatakan kepada The Verge, foto yang diunggah ke aplikasi memang disimpan di server perusahaan untuk penerapan filter, namun itu sifatnya sementara dan mereka mengaku menghapusnya tidak lama kemudian. Mereka juga mengaku bersedia menerima permintaan pengguna yang ingin menghapus foto mereka dari servernya.

Kita tidak pernah tahu apakah FaceApp benar-benar menghapus data foto pengguna atau tidak. Itu sebabnya ilmuwan dan pengamat aplikasi mobile sosial, Jane Wong, berharap pengguna bisa menghapus sendiri datanya dari aplikasi melalui tweet twitternya.

Sumber gambar : twitter @wongmjane

Situs kumparan menyarankan, jika kalian risau tapi masih mau menggunakan aplikasi FaceApp, ada baiknya kalian cukup memakai foto yang dijepret langsung dengan kamera ponsel, bukan yang diambil dari galeri gambar. Dengan begitu, kalian hanya memberikan akses kamera pada aplikasi FaceApp.

Hal terpenting lainnya yang harus diperhatikan oleh para pengguna aplikasi apapun, sebaiknya membaca dengan baik syarat dan ketentuan yang ada pada saat melakukan penginstalan aplikasi. Dengan mengetahui syarat dan ketentuan mengenai aplikasi tersebut, maka dapat mengurangi kewaspadaan kita terhadap aplikasi yang akan digunakan.
 

Sumber lengkap :

https://tekno.kompas.com/read/2019/07/23/09220037/faceapp-berbahaya-atau-tidak-eksperimen-ini-membuktikan 

https://kumparan.com/@kumparantech/bahaya-tersembunyi-di-balik-aplikasi-faceapp-yang-kembali-viral-1rUTiwDp1kV