World Water Day, Hari Air Sedunia

World Water Day, Hari Air Sedunia

Tahukah kamu bahwa 22 Maret diperingati sebagai Hari Air Sedunia (World Water Day). Ini adalah upaya yang dilakukan PBB untuk memberi perhatian lebih akan sulitnya mengakses salah satu sumber kehidupan segala makhluk di Bumi. Ini merupakan salah satu tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Tema yang diangkat adalah "Leaving No One Behind". Melalui tema ini PBB menyampaikan bahwa mendapat air bersih adalah hak segala bangsa.

Melansir Newsweek, Jumat (22/3/2019), PBB menyatakan ada sekitar 2,1 miliar orang yang tidak memiliki akses air bersih di rumah. Dan hampir dua pertiga orang di seluruh dunia memiliki masalah terkait air, setidaknya satu bulan dalam setahun. PBB menemukan, 80 persen orang yang menggunakan air kurang layak tinggal di pedesaan. Selain itu, satu dari empat sekolah tidak memiliki air minum di sekolah sehingga membuat mereka mengkonsumsi air dari sumber tidak terlindungi atau tidak minum air sama sekali.

Di Indonesia, tentu juga terdapat daerah yang termasuk zona darurat air seperti yang terjadi di beberapa desa di dataran tinggi Samosir, Kecamatan Ronggur ni Huta. Delapan desa itu yakni, Ronggur ni Huta, Lintong Ni Huta, Sijambur, Paraduan, Saungan ni Huta, Salaon Toba, Salaon Tonga-tonga, Salaon Dolok.

world water day

Maka dari itu perlunya inovasi agar manusia dapat menggunakan air dengan efisien dan optimal. Seperti mengelola limbah air rumah tangga untuk membudayakan penghematan air. Sehingga, saudara-saudara yang berada di zona darurat air dapat juga menikmati air bersih dan jauh dari berbagai penyakit.

Lalu, bagaimanakah cara mengelola air limbah rumah tangga menjadi air yang lebih bermanfaat?

Air buangan melalui limbah rumah tangga yang dibuang sembarang, dapat menyebabkan air di sekitar rumah dan tanah menjadi tercemar. Limbah cair rumah tangga dibagi menjadi 3 yaitu, grey water yaitu limbah cair yang bukan berasal dari kotoran manusia, black water yaitu limbah yang berasal dari kotoran manusia, dan clear water yaitu limbah hasil tetesan AC dan kulkas. Setiap limbah memerlukan cara pengolahan yang berbeda- beda. Karena sifat dari limbah tersebut berbeda- beda.

Berikut adalah beberapa pengolahan limbah rumah tangga :

A. Grey Water

Grey water adalah cairan limbah rumah tangga yang berasal dari hasil mencuci dan hasil memasak. Limbah ini harus diberlakukan berbeda dengan limbah yang berasal dari kotoran manusia. Sehingga limbah grey water tidak boleh dibuang ke septictank. Kandungan sabun yang ada di limbah ini, mampu membunuh mikroorganisme atau bakteri yang bertugas mengurai limbah manusia.

Sistem Pengolahan Air Limbah atau SPAL adalah salah satu sistem pengolahan limbah sederhana yang dapat dipakai dalam menangani limbah yang non kakus. Pada SPAL, dibutuhkan dua buah bak, yaitu bak pengumpul dan tangki resapan. Pada bak pengumpul, diberi ruang yang berguna sebagai penangkap sampah, pasir dan minyak. Pada ruangan tersebut, disekat dengan menggunakan kasa setebal satu centimeter. Kasa tersebut bertugas menyaring air limbah yang masuk, sehingga hanya air limbah saja yang masuk ke dalam tangki resapan. Pada tangki resapan, terdapat arang dan batu koral yang bertugas menyaring zat pencemar.

Cara kerja dari SPAL adalah:

  1. Air yang kotor akan masuk pada bak pengumpul.

  2. Minyak, pasir dan sampah akan tertinggal di dalam sampah dan terperangkap di dasar bak pengumpul dan mengendap.

  3. Air yang bebas dari minyak, sampah, dan pasir akan turun ke dalam tangki resapan.

  4. Didalam tangki resapan, air akan tersaring oleh batu koral dan arang.

  5. Air yang keluar akan menjadi air yang lebih bersih.

SPAL adalah salah satu pengelolaan limbah yang murah dan mudah dilakukan dilakukan. Bahkan di Selandia Baru, air yang keluar dari SPAL masih disterilkan lagi, sehingga dapat dipakai kembali untuk mencuci dan memasak.

B. Black Water

Black water adalah limbah yang berasal dari kotoran manusia. Limbah ini dibuang ke dalam septictank yang didalamnya telah terdapat mikroorganisme. Kegunaan mikroorganisme ini dipakai untuk mengurangi lumpur tinja yang bertumpuk. Akan tetapi pembuatan septictank yang salah dapat menyebabkan mikroorganisme tidak mau tumbuh di dalamnya. Septitank yang baik dapat menggunakan teknologi biority.

Teknologi ini memakai media tech cell, yaitu sebuah media yang memiliki kemampuan untuk mempercepat perkembangan biakan mikroorganisme dan mempercepat sedimen lumpur. Biority dapat ditanam di dalam tanah, atau berada dipermukaan tanah. Karena biority memiliki ukuran yang kecil, sehingga tidak memakan banyak tempat. Keunggulan dari teknologi biority antara lain ramah lingkungan, proses pemasangan yang cepat, karena ukurannya yang kecil maka biority ini tidak memakan banyak ruang, material yang dipakai tahan korosi sehingga dapat berumur panjang, air buang dari biority adalah air yang bersih, sehingga dapat langsung dibuang ke selokan.

C. Clear Water

Clear water adalah cairan yang keluar dari tetesan AC dan kulkas. Pada dasarnya air limbah ini adalah air bersih yang dapat dipakai untuk mencuci. Hanya saja, tempat penampungan tetesan air AC terkadang tidak dijaga kebersihannya, sehingga mengundang lumut dan bau yang tidak sedap.

Dengan menjaga tempat penampungan AC dan kulkas tetap bersih, maka air tetesan ini dapat dipakai kembali. selain itu, air dari tetesan AC dapat dipakai sebagai air radiator. karena sifat air yang dikeluarkan oleh AC dingin, maka air tersebut mampu mendinginkan mesin mobil. Untuk pemakaian air tetesan AC pada radiator, jika radiator baru pertama kali memakai air tetesan AC, maka radiator harus terlebih dahulu di kuras memakai air tetesan AC.

Saat sudah bersih, baru dapat dipakai sebagai air radiator. Akan tetapi air tetesan air AC atau air tetesan kulkas, sebaiknya tidak dipakai untuk memasak. Walau air yang dikeluarkan oleh AC dan kulkas adalah air yang bersih, karena berasal dari pembuangan AC dan kulkas, air ini belum dapat dipastikan kelayakannya untuk dikonsumsi, meskipun telah melewati proses pemasakan. Oleh karena itu, air ini hanya dapat dipakai untuk mencuci dan mengisi air radiator.

Lalu, bagaimana kontribusi kita untuk Indonesia yang lebih baik ?

Mari mengembangkan inovasi pengelolaan limbah air agar lebih bermanfaat dan dapat dirasakan semua orang.

 

Sumber lengkap :

https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/pengolahan-limbah-rumah-tangga

https://sains.kompas.com/read/2019/03/22/170100523/hari-air-sedunia-pbb-ajak-semua-orang-bantu-sesama-akses-air-bersih

http://medan.tribunnews.com/2018/08/16/duh-sudah-73-tahun-indonesia-merdeka-persoalan-air-bersih-masih-sulit-di-wilayah-ini